Semua artikel

Saham BBCA Rebound 6,19% ke Rp 5.150 Setelah Sentuh Level Terendah Sepanjang Masa — Saatnya Akumulasi?

Analis: "Saham BBCA kini diobral murah dengan PBV di bawah 2,5x. Setiap analis rekomendasikan BELI dengan konsensus target Rp 10.900."

9 Juni 2026Mr.Gambit3 menit baca
Saham BBCA Rebound 6,19% ke Rp 5.150 Setelah Sentuh Level Terendah Sepanjang Masa — Saatnya Akumulasi?
Saham BBCA Rebound 6,19% ke Rp 5.150 Setelah Sentuh Level Terendah Sepanjang Masa — Saatnya Akumulasi?
Saham BBCA Rebound 6,19% ke Rp 5.150 Setelah Sentuh Level Terendah Sepanjang Masa — Saatnya Akumulasi?

Jakarta, Trade of Gambit - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami rebound signifikan pada perdagangan Senin (9/6) setelah jatuh ke level terendah sepanjang masa di Rp 4.820. Saham bank swasta terbesar di Indonesia ini ditutup menguat 6,19% ke posisi Rp 5.150 dengan volume transaksi yang melonjak hingga 772,9 juta saham — jauh di atas rata-rata harian.

Kenaikan hari ini terjadi setelah BBCA mengalami tekanan jual yang brutal selama beberapa pekan terakhir. Hanya dalam sebulan, saham ini sudah turun lebih dari 22%. Sejak awal tahun 2026, BBCA telah terkoreksi lebih dari 40%, membuatnya menjadi salah satu saham blue-chip dengan performa terburuk di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Namun, di balik koreksi harga yang dramatis, fundamental Bank Central Asia tetap kokoh. Bank yang dipimpin oleh Jahja Setiaatmadja ini mencatat laba bersih kuartal pertama 2026 sebesar Rp 14,14 triliun, tumbuh 10% year-on-year (YoY) dari Rp 12,88 triliun di periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan kredit tercatat sebesar 12,9% YoY, melampaui panduan perusahaan sebesar 10-12%.

"Koreksi harga saham BBCA menciptakan peluang akumulasi yang sangat menarik. Dengan PBV di bawah 2,5x dan dividen yield mendekati 7%, valuasi saat ini berada di level diskon yang tidak pernah terjadi sejak krisis 2008." — Edward Lowis, Kepala Riset Ekuitas, Sucor Sekuritas

Data keuangan terbaru menunjukkan efisiensi operasional BBCA tetap terjaga dengan baik. Cost to Income Ratio (CIR) tercatat di level 29,1%, salah satu terendah di industri perbankan Indonesia. Net Interest Margin (NIM) stabil di 5,1%, didukung oleh basis dana murah (CASA) yang mencapai 82,5%.

Semua Analis Rekomendasikan Beli

Konsensus dari berbagai lembaga sekuritas menunjukkan kesepakatan kuat akan potensi kenaikan harga saham BBCA. Berdasarkan data Bloomberg, konsensus target harga 12 bulan untuk BBCA berada di level Rp 10.941, yang menyiratkan potensi upside sekitar 112% dari harga penutupan hari ini.

Saham BBCA Rebound 6,19% ke Rp 5.150 Setelah Sentuh Level Terendah Sepanjang Masa — Saatnya Akumulasi?
Saham BBCA Rebound 6,19% ke Rp 5.150 Setelah Sentuh Level Terendah Sepanjang Masa — Saatnya Akumulasi?

Dividen Yield Mendekati 7%, Tertinggi dalam Sejarah

Salah satu daya tarik terbesar BBCA saat ini adalah dividen yield yang sangat menggiurkan. Berdasarkan dividen forward yang diumumkan sebesar Rp 336 per saham, dividend yield BBCA saat ini mencapai 6,93% — jauh di atas rata-rata deposito bank di Indonesia yang berada di kisaran 4-5%.

Ini berarti investor yang membeli saham BBCA di harga saat ini tidak hanya berpotensi mendapatkan capital gain saat harga saham pulih ke level wajar, tetapi juga menerima dividen tunai yang jauh lebih tinggi dari bunga deposito. Dengan asumsi harga target konsensus tercapai dalam 12-18 bulan, total return yang bisa didapat investor mencapai 120-130%.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

Meski prospek jangka panjang BBCA tetap solid, investor harus menyadari beberapa risiko yang ada. Tekanan pada Net Interest Margin (NIM) terus berlanjut akibat persaingan ketat di segmen korporasi dan tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia. NIM BBCA terkontraksi 49 basis poin secara tahunan.

Selain itu, perlambatan pertumbuhan kredit di bawah panduan perusahaan (guidance 8-10%) menjadi perhatian. Pertumbuhan laba bank-only pada periode 4M2026 tercatat hanya 3% YoY — jauh melambat dibandingkan pertumbuhan historis.

Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

Langkah berikutnya

Mau diskusi market bareng?

Klik tombol di bawah untuk daftar jadi member VIP kami sekarang.